Saya sedang merindukan sosoknya,
Saya terlahir di keluarga muslim, hingga saat itu masih muslim..
Seseorang selalu memimpikan kesempurnaan hidupnya, namun sedikit sekali yang menyadari bahwa takdir terbaik selalu lebih manis, bahkan dari kesempurnaan itu sendiri..
Mungkin hanya Tuhan yang tahu segalanya Apa yang kuinginkan di saat-saat ini Kau takkan percaya kau selalu di hati Haruskah ku menangis tuk mengatakan yang sesungguhnya Kaulah segalanya untukku Kaulah curahan hati ini Tak mungkin ku melupakanmu Tiada lagi yang kuharap Hanya kau seorangdiikuti penari-penari yang berdatangan secara bergantian memberikan bunga disepanjang jalan. Sampai diujung jalan, Mas Agung sudah berdiri sambil memegang lembaran papan dengan tulisan-tulisan diatasnya. Tulisan yang saya ingat diantaranya,
"Terimakasih telah menjadi telinga dalam kehidupanku." "Aku pun akan terus menjadi kompas dalam kehidupanmu."Dingdong! Saya pun berkaca-kaca membacanya... :'( Mereka pun berpelukaaaaaan (gak papa,, kan udah halal ^__^) Di akhir, seorang crew nya bertanya lagi. Kali ini kepada Mbak Lela. "Bagaimana awalnya sampai Mbak Lela dan Mas Agung ini akhirnya memutuskan untuk menikah?" Mbak Lela dengan sisa-sisa air mata di pipinya menjawab, "Banyak yang bertanya kepada saya kenapa saya memilih dia. Saat itu saya balik bertanya, apakah kita bisa memilih dari rahim mana kita dilahirkan? Pertanyaan itu sama. Bagi saya, Mas Agung adalah jodoh yang diberikan oleh Allah untuk saya. Pun jika saat itu saya menolak Mas Agung, dan jika ia benar-benar jodoh saya, saya pasti tetap akan bersamanya. Itu takdir Allah. Dan saya percaya itu."
"Kami ini tidak pacaran Mbak, memang bagi sebagian orang ini merupakan hal yang berat. Apalagi Mas Agung punya keterbatasan dalam komunikasi. Sementara yang saya ketahui, langgengnya sebuah hubungan sangat tergantung dengan komunikasi. Hingga akhirnya saya bertanya pada guru ngaji saya. Ustadz, saya sedang ta'aruf dengan seorang pria tuna rungu. Bagaimana ustadz? Bagaimana saya bisa menjalani hubungan yang baik tanpa komunikasi yang baik pula?"
"Ia menjawab, komunikasi tidak terletak pada panca indera. Komunikasi yang baik terletak pada keikhlasan memberi dan menerima pasangan kita. Jawaban ustadz itulah yang membuat saya akhirnya mantap menerima pinangan Mas Agung." #jlebjlebjleb Saya pribadi belajar banyak sekali dari tayangan ini, so inspiring... tentang ilmu ikhlas, tentang cinta yang dilandaskan kepada Sang Pencipta, tentang penerimaan yang tulus... Karena tidak semua orang bisa seperti Mbak Lela, dan tidak semua orang bisa seperti Mas Agung. Tentu, tidak semua pasangan seperti mereka. Saya tidak akan memberikan kesimpulan apa-apa, hanya selantun doa.. semoga kita, terutama saya, bisa sedikit merenung, memetik ibroh, dari secuil kisah ini... Dan.. satu lagi, bagi saya kisah mereka jauh lebih romantis dari Romeo dan Juliet yang melegenda itu."Mungkin dahulu kita ada dalam satu lingkaran cahaya, masing-masing dari kita berpendar membentuk konstelasi cahaya yang menakjubkan. Begitu terang. Menciptakan efek gemintang yang membuat sekitar menjadi bersinar-sinar. Namun, ketika tiba saatnya kita keluar memisahkan diri untuk melanjutkan hidup di negeri antah berantah yang tak pernah kita duga. Kita hanya mampu membawa satu pendar cahaya, milik kita sendiri. Yang hanya mampu menerangi selangkah demi selangkah kaki sendiri dalam kegelapan. Bahkan kita tidak bisa membagi sinar ini sampai ujung jalan sana, karena mungkin cahaya yang kita punya tak terlampau kuat. Tapi, bukankah bintang tetap indah meski hanya sendiri di tengah hamparan langit yang menghintam?"*Tetiba, teman perjuangan di kampus dulu (udah selama itu ya? perasaan baru kemarin jadi mahasiswa baru ^^v) telpon. Obrolan ngalor ngidul kami itu berputar tentang kehidupan masa depan; entah itu karier, jodoh, negeri yang carut marut dari hari ke hari, Mesir yang sedang diuji, dakwah yang selalu penuh onak duri. Banyak hal. Sampe hal remeh temeh berujung, "Nanti kalau jadi ibu mau dipanggil apa sama anaknya, dest?" *gubraaakkkk!!!* Bahkan gue belum kepikiran dipanggil apa sama suami gue nanti! :D Ada-ada aja kan?? Tapi, jd kepikiran. Justru yang mengada-ada itu yang kadang saya rindukan. Karena seseorang tidak harus punya alasan untuk merasakan sensasi bernama rindu. Seperti kali ini, tak ada hal spesial ataupun khusus dalam obrolan kami. Tapi, cukup membicarakan hal-hal remeh tadi, saya merasa ada. Dan saya merasakan dia pun ada.
"Nominator Seleksi Cerpenis
Posted on January 25, 2013 by morningdew
Berikut ini daftar pelamar Festival Kumcer dan Kisah Jogja yang lolos seleksi:
Anggun Prameswari
Arumi Ekowati
Avioletta Zahra
Desti Astuti
Lidya Renny Chrisnawaty
Naminist Popy
Reni Erina
Richa Miskiya
Swistien
Veronica Gabriella
Hilal Ahmad*
Novella Putri Iriani*
Setiap cerpenis akan dihubungi dan dikirimi sinopsis untuk menuliskan kisah yang diminta oleh editor.
Catatan:
*Untuk projek kumcer berikutnya."
sumber: gradienAlhamdulillah... beberapa hari yang lalu saya mendapatkan kejutan dari salah satu penerbit yang sedang mengadakan event kepenulisan cerpen. Semoga saya bisa menunaikan tugas ini dengan baik! :)
Hampir sepekan tanpa kacamata, untuk seseorang yang masih memiliki mata normal mungkin sama sekali tak masalah. Tapi untuk, pengidap miopi seperti saya, ini sangat mengganggu. Ketika jarak penglihatan makin terbatas, dan kepala seringkali diserang rasa pening. Yup, kacama saya patah sehingga tidak bisa digunakan lagi. Lembiru menjadi alternatif yang terakhir dan harus segera dilakukan.
Lalu, beberapa hari setelahnya... hujan deras tanpa sengaja memandikan hape saya. Alhasil LCD-nya tak sebening dulu, meskipun sudah dikipas semalaman, dijemur di atas magic com, tetap saja tak kembali seperti semula. Belakangan saya tersadar kalau ia tak bisa lagi mengeluarkan bunyi ketika ada sms masuk ataupun panggilan masuk. Dan, hey iya juga tak bisa lagi memutar musik kegemaran saya.
Lalu, hari ini tetiba teman lama saya mengajak ngobrol via telpon, beberapa kali ia mengeluh suara yang putus-putus. Mungkin karena signal yang jelek. Beberapa kali telpon sengaja dimatikan karena tak bersuara katanya. Dan, setelah diselidiki, ternyata masalah ada di hape saya. Hmmmm...lembiru lagikah?
Awal bulan yang 'perfect'....
"... sejak bertemu denganmu, aku tidak lagi takut menjadi seorang pemimpi."
*and i really really hope, sometimes i want to tell that to someone,.