Saya sedang merindukan sosoknya,
Saya terlahir di keluarga muslim, hingga saat itu masih muslim..
Seseorang selalu memimpikan kesempurnaan hidupnya, namun sedikit sekali yang menyadari bahwa takdir terbaik selalu lebih manis, bahkan dari kesempurnaan itu sendiri..
Ceritanya, saya sudah merencanakan malam ini akan menyelesaikan proyek yang semakin mendekati deadline. Atau, jika mandek, saya akan beralih ke proyek pribadi yang sudah masuk halaman 60an. Tapi... rencana tinggal rencana, file yang sudah asik nongkrong malah dicuekin. Hmppffttt...
Ternyata begini ya rasanya 'harap-harap cemas' itu?
Arghhhhhh hentikan berharap kepada selain Allah, dest!
*aseli ini tulisan gak meaning banget ya?? #garukgaruktanah
Hampir sepekan tanpa kacamata, untuk seseorang yang masih memiliki mata normal mungkin sama sekali tak masalah. Tapi untuk, pengidap miopi seperti saya, ini sangat mengganggu. Ketika jarak penglihatan makin terbatas, dan kepala seringkali diserang rasa pening. Yup, kacama saya patah sehingga tidak bisa digunakan lagi. Lembiru menjadi alternatif yang terakhir dan harus segera dilakukan.
Lalu, beberapa hari setelahnya... hujan deras tanpa sengaja memandikan hape saya. Alhasil LCD-nya tak sebening dulu, meskipun sudah dikipas semalaman, dijemur di atas magic com, tetap saja tak kembali seperti semula. Belakangan saya tersadar kalau ia tak bisa lagi mengeluarkan bunyi ketika ada sms masuk ataupun panggilan masuk. Dan, hey iya juga tak bisa lagi memutar musik kegemaran saya.
Lalu, hari ini tetiba teman lama saya mengajak ngobrol via telpon, beberapa kali ia mengeluh suara yang putus-putus. Mungkin karena signal yang jelek. Beberapa kali telpon sengaja dimatikan karena tak bersuara katanya. Dan, setelah diselidiki, ternyata masalah ada di hape saya. Hmmmm...lembiru lagikah?
Awal bulan yang 'perfect'....
"... sejak bertemu denganmu, aku tidak lagi takut menjadi seorang pemimpi."
*and i really really hope, sometimes i want to tell that to someone,.
Di rumah juga lagi gak hujan, ya paling angin sepoi-sepoi yang menggoyangkan jemuran baju gue di belakang rumah. Apa mungkin karena hari ini adalah hari Senin? Ngaruh gitu? Hehe. Bukan harinya kali, tapi tanggalnya! Yap! Tanggal 31 Desember 2012. Itu artinya besok [kalo masih ada umur] adalah tanggal 1 Januari 2013. Memasuki tahun baru masehi, tenang... gue bukan mau merayakan kok, bukan juga mau menganggap special tahun baru ini. Hanya saja mau mereview apa saja yang terjadi pada diri gue di tahun ini.
Rasanya pengen mewek sejadi-jadinya kalo mikir banyak banget yang belom gue capai di tahun ini.... seriuss.... really, really desperate! Tapi alhamdulillah, gue masih sangat-sangat yakin dengan firman Nya "... setelah kesulitan ada kemudahan. Sungguh, setelah kesulitan ada kemudahan." Tuhan gue gak pernah bohong, gak akan. So, Dialah yang membuat gue kuat menghadapi semuanya, semua ujian yang akan membuat gue Naik Kelas!
Sepertinya akan sangat naif kalo gue hanya menuliskan berbagai kegagalan yang sukses bikin gue berada di titik terburuk dalam hidup. Karena setelah gue list, ternyata banyak yang gue dapatkan di tahun ini. Yes! Sedikit meng'copas' cara Dian Sastro membuat hidup ini bahagia, yaitu menuliskan apa saja yang membuatnya bahagia setiap hari [gue liat ini di Hitam Putih Trans7]. Maka, gue juga akan me-list apa saja kenikmatan yang Allah kasih cuma-cuma ke gue di tahun ini, tahun 2012.
1. Skripsi gue di ACC sama dosen PS!!! Yihaaaaaaa..... asli pengen loncat-loncat rasanya sanking berbunga-bunganya hati gue. Ya Allah... berbagai lika liku yang gue hadapi akhirnya selesai. Artinya gue selangkah lagi menuju wisuda! Syalalala. SKL gue keluar tepat tanggal 1 Februari 2012 [FYI, gue pernah menuliskan target ini di dreembook yang pernah gue buat sebagai tugas kewirausahaan sewaktu TPB]
2. Gue wisuda... sekali lagi... GUE WISUDA!! Pake Toga, pake baju kebesaran [yang asli beneran gedeeee meeen :D] di tanggal 25 April 2012. Bareng sohib-sohib gue, Feri, Neno, Diqin, Bengbeng and others
Ini salah satu pic gue, hayooo gue yang mana?? Haha..yang pasti carilah mana cewek yang posenya gak ada anggun2nya meskipun udah pake kebaya :p
3. Sebenernya sambil nunggu wisuda gue sempet freelance di Diploma IPB. Bantuin staff untuk seleksi USMI [Undangan Seleksi Masuk IPB] D3. Barengan sama Aslimah, bengbeng, diqin. Dan alhamdulillah, ternyata fee-nya dahsyat! Ya, bisa ngebantu pendanaan wisuda gue yang gak murah. Plus tetek bengek kebaya dan perlengkapan cewek lainnya yang lumayan nguras kantong. :d
4. Gue berhasil mengunjungi Penerbit Mizan naik kereta, PT PTI di Ciledug [numpang nginep di rumah si ami-chan], PT Busana Apperal Group di Jl. Sudirman sana, PT Fresh On Time Seafood di Jl. Raya Bekasi, Sekolah Alam di Sawangan Depok, dll. Jalan-jalan berkedok nyari kerja, hahaha
5. Beberapa tulisan gue dimuat di Annida Online, alhamdulillah. Meskipun beberapa cerpen dengan sukses dirijek juga :D baca di sini
6. Gue diterima sebagai pengajar di SDIT AU [akronimnya dirahasiakan ah :)] sebagai Guru Mata Pelajaran Matematika sodara-sodara! Plus ngajar Bahasa Indonesia juga. [Ini bener-bener diluar perkiraan gue] Gue menolak ngajar di bimbel, sekolah alam, dan pada akhirnya gue malah beneran kecebur di 'Sekolah'. Rencana Allah memang tak pernah terduga :) *FYI, gue bertahan 4 bulan saja.
7. Gue ketemu sama temen baru, Neng Nuraeni [ini temen jalan, temen curcol, temen gila di sekolah :D] dan Bu Titi [ini temen curhat, karena beliau sungguh2 keibuan dan membuat gue nyaman dengan semua wejangannya :)]
8. Gue ketemu anak-anak dari kelas 1 sampe 6, yang membuka pikiran gue tentang dunia anak-anak. Menambah keilmuan gue tentang parenting, sedikit contoh 'anak nakal di sekolah adalah hasil keluarga yg kurang perhatian. Sejak itu gue bertekad akan jadi ibu yang baik buat anak-anak gue kelak. Gua pengen jadi ibu yang inspiratif buat anak-anak gue, gue pengen melihat perkembangan mereka, oh.. so sweet... :)
9. First time gue ngerasain flying fox [hahaha sumpah norak!]
10. Berkenalan dengan dunia pendidikan, sehingga gue kelak bisa menempatkan posisi gue sebagai orang tua[kelak] dalam menghadapi sekolah dan guru-gurunya.
11. Gue merintis usaha gue di href="http://www.facebook.com/adzkia.oshop">d'adzkia shop alhamdulillah lumayan untuk pemula, dan gue berencana akan lebih mengembangkan lagi di 2013 mendatang.
12. Gue sangat sangat bersyukur masih dijaga Allah, gue masih disayang sama Allah,, gue dikasih kesehatan, keluarga yang utuh, adik2 gue yang meski bandel tetep sayang sama kakaknya yang semirna-mirna ini, dan masih banyak-banyak-banyak lagi. :) Thank U Allah
Sebenernya masih banyak lagi yang harus gue tulis, tapi kalo kebayangan nanti pusing juga yang baca [padahal gue doang yang baca,haha]. Well, berhubung tahun 2012, jd gue tulis 12 poin aja dah :) tanpa mengurangi rasa syukur gue ^^v
Judul di atas bukan lagi kampanye yaaa... :)
Meskipun di salah satu sudut kota di provinsi Jawa Barat sedang gencar mengampanyekan hal tersebut.
Ceritanya satu hari yang lalu saya nonton Warna, sebuah acara di Trans7. Temanya tentang singkong dan keutamaannya. Katanya singkong itu bagus banget buat diet! Hehe. Ketauan deh nih arah tulisannya kemana :)
Ok. Saya ngaku, saya lagi kepengen dieeeeeettt. Gak pengen kurus-kurus banget sih, minimal turun 10 kg lah... supaya rok-rok di lemari bisa dipake lagi :D Terhitung sejak masa-masa perjuangan skripsi bertahun lalu [tsahhhh] rok-rok itu semakin menyiksaaa. Pertanda kalau lemak di tubuh saya berkembang biak sangat pesat [ternak kaliii berkembang biak :p].
Sejak dulu saya nyaman-nyaman saya dengan berat badan yang menurut saya ideal :p Saya juga bukan tipikal orang yang sensitif ketika disinggung masalah bobot badan. Makan sesukanya, karena motto saya adalah makanlah selagi bisa makan [hahaha] So, sama sekali gak ada pantangan makanan dalam piring saya. Tapi ternyata, motto itu mulai terasa menyesatkan ketika tanpa sadar timbangan saya makin hari makin nambah. Dan semakin banyak orang yang menunjukkan perhatiannya dengan pertanyaan, "Loe gendutan ya?" ato "Mbak, kok sekarang gendut banget?" ato "Udah lama gak ketemu, mbak kok kelihatan beda ya, gak ngapa-ngapain ya di rumah?" ato "Mbak sekarang chubby banget pipinya." Tuh kan baca, meskipun tata bahasanya beda, tetep saja artinya sama!:(
Tapi sekarang saya mengerti, kenapa pertanyaan ini begitu sensitif bagi kaum hawa! Apalagi kalau yang bilang 'tampak lebih sehat' itu musuh bebuyutan --> para mahluk mars!!! Tapi kekesalan saya itu gak ngefek apa-apa, saya sama sekali gak kepikiran diet dan malah asyik menikmati menu-menu makanan. Haha! Parah kan? Itulah kenapa saya dibilang super duper cuekkkkk wek wekkk :p
Hingga suatu saat, Warna menunjukkan jalan. Kalau diet itu gak harus kelaparan. Gak harus lemes karena nahan perut keroncongan. Tapi diet adalah mengatur pola makan, atau bisa juga mensubtitusi bahan makanan. Contoh subtitusinya adalah mengganti beras/nasi dengan karbohidrat lain seperti singkong! Olala... ini yang saya cari. Diet tapi gak kelaparan!!
FYI, singkong merupakan bahan makanan dengan kandungan karbohidrat yang lebih rendah dari nasi dan roti, dengan kandungan serat yang tinggi sehingga membuat perut tetap terasa kenyang dalam waktu yang lama.Singkong merupakan umbi yang banyak sekali mengandung Insoluble Fiber atau Serat yang Tidak Larut dalam Air. Serat jenis ini berfungsi memperlancar proses buang air besar, serta mampu nyerap dan membuang toksin dalam usus, sehingga pencernaan Anda menjadi sehat. (sumber)
Berdasarkan info tersebutlah saya berniat mencoba hari-hari saya tanpa nasiiii. Kemarinlah tepatnya saya mencoba, mengganti nasi kesayangan dengan singkong. Alhamdulillah, saya berhasil melewati hari saya tanpa nasi [horaaaaay!!]. Insya Allah saya akan mencoba program ini selama sebulan, tapi emang berat sih ninggalin nasi sekaligus. Makanya hari ini saya masih makan nasi, tapi membatasi. Seperti sarapan singkong, siang nasi, malam kentang. Nih lagi searcing menu-menu berbahan singkong/ kentang [kenapa tiba2 ada kentang? Soalnya saya bosenan orangnya, makanya mix n match with potatos :) Tapi saya juga heran kenapa saya gak pernah bosen makan nasi?? #abaikan]
Doakan sukses ya program saya ini!! hosh!!! semangatttttt!
*Insya Allah next akan posting menu-menu berbahan dasar singkong dan kentang untuk mengatasi kebosananMy resulotion 2013
First... tetap berpenghasilan!! Setelah 4 bulan ngajar di sekolah islam terpadu, akhirnya saya memutuskan untuk resign, tepat 1 Januari 2013. Well, tahun baru resmi jadi pengangguran lagiiii *entah ini ekspresi bahagia atau melasss. Itu artinya harus kembali berkutat dengan dunia tulis menulis (CV dan Surat lamaran, wkwkw). Mengencangkan ikat pinggang kembali untuk memenuhi kebutuhan, ongkos, naluri jalan2, juga print dan biaya modem untuk kirim-kirim lamaran.
Kembali produktif menulis cerpen, juga mulai gerilya kirim2 naskah novel ke penerbit. Syukur-syukur ada yang nyantol... amiiiin....
Pastinya mulai meniti usaha kembali sambil menunggu lamaran di acc CEO.
Dan....hmmm,, harus sudah mulai menyeriusi pertanyaan-pertanyaan 'itu'. Okay, ikhtiar akan segera dilancarkan,,,,! hosh!!
Mulai mewujudkan mimpi untuk ngebolang ke seluruh Indonesia! Yeahhhh! Syukur-syukur kalo ketemu sama jodoh yang suka ngebolang juga, #eh #keceplosan kan ah :D
Wait, sebenernya kalau poin ke-4 sudah terpenuhi. Jalan menuju poin sebelum maupun berikutnya akan sangat mudah. Hmmm....
Banyak sekali resolusi saya di tahun depan sebenarnya, tapi... mungkin akan bersambung lain waktu. Harus istirahat cukup malam ini, besok ada agenda kemping di sebuah bukit bersama anak-anak. Sekaligus agenda terakhir saya di sekolah. Must be optimal! (ngaco banget nih b inggris gw yak? :D)
Well, ceritanya tadi siang sepulang kerja langsung pegang remot nongkrong di depan tipi. Awalnya cuma iseng ganti channel sambil istirahat bentar. Eh, ketemu FTV gitu... ceritanya tentang cewek yang terobsesi jadi penulis novel (gue bangeeeett,haha). Karena itu cerita kayaknya gue banget, makanya gue jadi pantengin deh. Nyari kerja sana-sini, dibilang gak jelas karena gak punya kerjaan, dibilang pemimpi karena cita-cita kok jadi penulis, ahh.. hidup gue sebagai pengangguran seperti terbuka kembali :p
Terus tetiba dia dapet panggilan wawancara sebagai editor di sebuah penerbitan terkenal. Pengen garuk-garuk tanah rasanya! Okay, sampe disitu itu masih gueeee... (masih kebayang berangkat dari kosan jam lima subuh, naik kereta sumpel-sumpelan, cari alamat sana-sini, cuma buat wawancara. Belum lagi ngisi soal yang banyaknya ammmpuun... ampe lecet rasanya jari.) Tapi lagi-lagi cuman FTV, masa iya ada orang ngelamar kerja nekat pake celana jeans bolong-bolong & sepatu cad jebol. Asli ini asal banget. Udah itu keterima pula akhirnyaaaa (hiks, sayangnya gue gaaaakkk) Mupeng banget dah liat kerja di kantor penerbitan yang gak jauh-jauh sama buku-buku... hua huaaaaaa
Baru nyadar kalo belum bisa move on dari mimpi iniiiii....
Well.. hari ini berasa 'something new' , seperti menemukan harapan kembali. Dan akhirnya menemukan perasaan ini lagi. Di saat semuram apapun warna langit di atas sana, kita masih bisa merasakan harum kebahagian yang merambat. Ahh, harum sekali hingga tak mau berhenti tersenyum :)
Di saat perasaan khawatir dan ketenangan beradu membentuk wanginya tersendiri. Di saat secara bersamaan detak jantung berbunyi nyaring sekaligus perasaan sesak yang meluap.Rabb... Engkaulah yang paling mengetahui perasaan apa yang berkecambuk di dada ini. Engkaulah yang paling tahu harapan apa yang tengah melambung di hati ini. Semoga jalan yang telah kupilih ini adalah jalan terbaik. Jalan yang akan membawaku pada keridhoanMu di dunia maupun akhirat. Jalan yang akan semakin mendekatkanku padaMu, bukan sebaliknya. Jalan yang membuatku semakin bersyukur atas semua yang Kau berikan.
Rabb... kumohon dengan sangat....
FIRE!
Entah ini tahun ke berapa sejak saya mengazzamkan diri untuk bisa terus menulis. Bahkan pernah bermimpi untuk melihat buku saya di rak-rak toko buku terkenal. Impian itu terlintas begitu saja ketika saya duduk di bangku SMA, saat itu saya dan beberapa teman biasa nongkrong di gramedia selepas sekolah ataupun weekend.
Berbeda dengan teman-teman saya yang memanfaatkan momen itu untuk mencuri baca komik terbaru. Saya justru asyik berdiri di bagian karya fiksi, mondar-mandir mengamati judul buku-buku itu beserta penulisnya. Setiap saya ke sana, pasti ada judul baru dan penulis baru yang asing di telinga. Lalu kapan giliran nama saya yang terpampang di sana???
Mimpi sederhana itu rupanya terus merangsek, bahkan selepas saya menyelesaikan studi di bangku kuliah. Bahkan mimpi itu semakin membesar, membuat sesak hati saya. Usia semakin beranjak; sementara mimpi belum juga terealisasi. Ugh!
Akhirnya tekad itu harus kembali dibulatkan. Dan menjadi langkah kongkrit!
#DreamProject ini akan di mulai sekarang. Target pertama adalah menyelesaikan satu judul novel saya di file komputer yang mandek di halaman ke-88. Ide novel ini pun sebenarnya sudah tertuang sejak saya mulai kuliah, tapi sampai lulus belum juga selesai. Hadeuuuh! Targetnya tak muluk-muluk, minimal selesai 100 halaman utuh. Lalu mengirimkannya ke salah satu penerbitan yang sudah saya cari tahu informasinya. Ya, itu minimal. Walaupun misalnya tak layak terbit, setidaknya saya sudah pernah mencoba. Hosh!!! Semoga berhasil Desti Adzkia :)
Innallaha ma'ana...
Kemarin, temen kantor ngajak nonton #perahukertas2. Kebetulan haris senin nonton lumayan murah. Baiklah, sepertinya saya butuh refreshing... sedikit pernah denger garis besar cerita seorang teman mengenai novelnya. Tapi inikan sekuelnya? Padahal saya belum nonton yang pertama. Baiklah, lagi-lagi dihitung sebagai refreshing. Sedikit terlambat masuk studio, akhirnya sedikit agak nyambung dengan ceritanya. Sambil dibisikin juga sama temen kantor itu soalnya,hehe ^^v
Ceritanya memang sudah sering diangkat, tentang "cinta" dua pasang muda-mudi yang diuji sedemikian rupa hingga akhirnya bersatu. Manis. Cukup saya menuliskan kata itu untuk menyimpulkan kisah cinta dan Kugy dan Keenan :)
Ok, sedikit lagi... bahwa tak perlu khawatir perihal seseorang yang kelak akan mendampingi kita. Ia ada, nyata, sudah disiapkan. Dan pilihanNya tak akan salah. Jadi saya sih nyantai aja...haha #tampangdikalemkalemin
Tahu gak? Tapi justru saya nangis bukan di adegan-adegan sedih. Saya merasa justru nangis waktu Kugy bahagia dipecat Remi. Saya sedih waktu Keenan balik ke Bali untuk melukis lagi. Saya sedih dan menangisi diri saya sendiri.
Saya, ikan yang memaksakan diri hidup di darat.